PMI Banyuwangi Siap Galang Kerelawanan Sosial

BANYUWANGI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi bakal mengintensifkan berbagai program yang berorientasi menggalang kerelawanan sosial. Ini dilakukan PMI untuk menjalin sinergi dengan banyak kalangan guna membantu penanganan masalah kesehatan dan sosial di masyarakat.

​”Selama ini, PMI Banyuwangi telah menjalankan program dengan cukup bagus, kontinu, dan mampu memberi manfaat besar bagi masyarakat. Tentu saja capaian program tersebut harus terus dipertahankan, dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang. Inovasi program menjadi kunci bagaimana PMI ke depan bisa eksis memberi kontribusi bagi masyarakat,” ujar Ketua PMI Banyuwangu dr Mufti Aimah Nurul Anam.

Mufti Anam mengatakan, salah satu hal terpenting dalam menyukseskan agenda-agenda PMI ke depan adalah dengan menggalang solidaritas sosial dari berbagai elemen di Banyuwangi, terutama komunitas-komunitas anak muda. PMI bisa menjadi tempat berhimpunnya komunitas yang bergerak di bidang sosial di Banyuwangi, sehingga jangkauan kontribusi PMI bisa lebih luas.

Untuk semakin mengoptimalkan peran PMI, ke depan berbagai program bakal digenjot. Anam menyebut sejumlah program yang bakal diperkuat PMI. Di antaranya program terkait kesehatan, di mana PMI bakal berupaya membantu mengintegrasikan mulai aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

“Tentu kita akan bahu-membahu dengan elemen-elemen lainnya, karena tugas kemanusiaan ini adalah tugas bersama. Sebagai contoh, kami akan turun ketika misal ada warga kurang mampu yang butuh penanganan segera, sambil menunggu pengurusan BPJS-nya atau surat pernyataan miskinnya,” papar Mufti Anam.

Untuk menjaga pasokan darah, lanjut Anam, PMI akan lebih masif lagi menggelar kampanye donor darah, seperti di ruang publik dan tempat ibadah. “Kami akan memohon izin kepada para pengurus masjid, gereja, pura, vihara, kelenteng agar secara berkala kami bisa gelar donor darah di sana.  Jadi masyarakat bisa beribadah sekaligus berdonor darah,” kata dokter muda ini.

Satu lagi program andalan PMI ke depannya adalah memberdayakan keluarga warga miskin, terutama yang sakit. Program yang dilaksanakan adalah edukasi dan bantuan modal kewirausahaan bagi warga miskin dan warga miskin yang keluarganya sakit.

“Jadi mereka bisa berdaya, secara bertahap bisa mandiri, sembari tentu saja kita juga beri bantuan cepat,” kata dia.

Sementara itu, di tubuh PMI Banyuwangi telah terjadi pergantian kepemimpinan. Ketua yang semula diemban Yusuf Widyatmoko kini dijabat Mufti Anam berdasarkan hasil Musyawarah Kabupaten Luar Biasa. Yusuf mundur karena ingin berkonsentrasi penuh pada tugas-tugasnya sebagai wakil bupati. Apalagi Yusuf juga diamanahi sejumlah jabatan lain, seperti Ketua Pramuka Banyuwangi, Badan Narkotika Kabupaten Banyuwangi, dan beberapa organisasi lain.

Adapun Mufti Anam dipilih oleh para anggota karena dinilai mampu melanjutkan program-program PMI yang sudah berjalan baik. Latar belakang Anam sebagai dokter juga memudahkan pelaksanaan program PMI yang berhubungan erat dengan dunia kesehatan. Mufti Anam sebelumnya juga aktif di Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU)