MUFTI AIMAH NURUL ANAM, lahir di Banyuwangi, 24 Desember 1987. Mufti Anam, begitu ia akrab disapa, menghabiskan masa kecilnya di desa Karangdoro, Banyuwangi. Lulus dari bangku sekolah dasar, Anam menjalani “perantauan” pertamanya dengan melanjutkan belajar sekaligus nyantri di Pondok Pesantren Darus Sholah, Jember.

Selepas SMP, Anam kembali ke kampung halamannya bersekolah di SMAN 1 Genteng, Banyuwangi.  Mufti Anam melanjutkan pendidikannya dengan menempuh kuliah Pendidikan Dokter di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya sejak 2007 hingga meraih gelar dokter pada 2012.

Ketertarikannya di bidang estetika medik mengantarkan Anam meraih gelar CIBTAC pada tahun 2013, yang merupakan sertifikasi profesi medical aesthetic yang berbasis di London, UK. Tidak berhenti di situ, tahun 2017 Anam juga berhasil meraih gelar Diploma AAAM, sebuah gelar langka di bidang sertifikasi keahlian medical aesthetic dari American Academy of Aesthetic Medicine yang berbasis di California, Amerika Serikat.

Bagi Mufti Anam, ilmu yang diperoleh barulah bermakna jika dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain. Karena itu, dia rajin mengikuti dan menggelar bakti sosial pengobatan, baik di Banyuwangi, Surabaya, Sidoarjo, maupun daerah lainnya. Dia juga memiliki antusiasme tinggi bergabung dengan komunitas-komunitas yang bergerak di bidang sosial.

Di bidang organisasi, visi kepemimpinan Mufti Anam terasah sejak bangku sekolah dengan aktif menjadi ketua umum OSIS dan di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Kini, Anam dipercaya mengemban amanah di sejumlah organisasi, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Banyuwangi, Kamar Dagang Industri (KADIN) Jatim, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur, serta organisasi kepemudaan PBB Junior Chamber International (JCI).

Selain dikenal sebagai dokter yang aktif berorganisasi, Mufti Anam juga merintis sejumlah bisnis. Kehidupan sulit di masa kecil membuat pribadi Anam tertempa sekaligus membawanya untuk memasuki dunia bisnis yang penuh dinamika. Membentuk jiwa wirausaha sejak bangku sekolah dengan berjualan es lilin, sarung, dan kaus, kini ia mempunyai sejumlah bisnis.

 

Mufti Anam menjalankan usaha estetika medis melalui Maxine clinic dan VZ skincare yang berbasis di Surabaya dan Banyuwangi. Selain itu, ia kerap dikenal sebagai Dokter Sarung karena bisnis sarung tenunnya yang berfokus ke sarung bermodel pesanan tertentu untuk pembelian partai besar dan pasar ekspor.

Pria murah senyum ini juga menggarap bisnis A6Trans, perusahaan transportasi yg menjadi vendor utama taksi berbasis online Uber Indonesia di Surabaya. Bidang manufaktur juga tak luput dijalankan oleh peraih penghargaan peserta terbaik Diklatnas LEMHANAS 2016 ini melalui perusahaan ZoeOtto yang telah 10 tahun lebih dirintisnya.

Baginya, kewirausahaan bukan hanya tentang materi semata, tetapi yang terpenting bermakna sosial. Dengan berwirausaha, Mufti Anam merasa bisa mempunyai jalan untuk memberi manfaat kepada sesama.